04 November 2017 16:13 wib

PRODI PPI FUSI UINSU DAN PRODI ILMU POLITIK FISIPOL USU

JALIN KERJASAMA DAN GELAR DIALOG PUBLIK

 

Baru-Baru ini (Rabu/01 November 2107) di UIN SU.

Prodi Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (Prodi PPI FUSI UINSU) dan Prodi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIPOL USU), baru-baru ini tandatangani perjanjian kerjasama antara kedua prodi, perjanjian kerjasama itu dimaksudkan untuk saling meningkatkan memampuan dan kualitas mahasiswa dan saling meningkatkan mutu kedua prodi tersebut, sebagaimana butir-butir kesepakatan bersama kedua prodi, diantaranya adanya  pelaksanaan Seminar, Workshop, Dialog intraktif, Sarasehan,  Penelitian dan Penulisan Jurnal serta dan Pertukaran Dosen.

Penandatangan yang berlangsung di Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN SU itu juga diselenggarakan Dialog Publik dan turut hadir dalam acara itu dan sekaligus menyaksikan penandatanganan naskah perjanjian itu Bapak Dekan FUSI Prof, Katimin, M,Ag, Wakil Dekan I Dr. H. Arifinsyah, Wakil Dekan II Dra. Hj. Hasnah Nasution, MA.g dan Wakil Dekan III Drs. Maraimbang Daulay, M.Ag .

Dialog Publik yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut bertindak sebagai Narasumber, Wardjio, Ph.D dan Prof. Katimin, M.Ag dan moderator Muhammad Aswin, MAP dengan mengambil Thema “Peluang dan Tantangan Partai Politik Islam dalam Pusaran Pilkada Serentak 2018”

Menurut Ketua Prodi PPI FUSI UIN SU Muhammad Aswin, Map, usai menandatangani naskah kerjasama, Dialog ini digelar sebagai wujud tindak lanjut dari Perjanjian yang sudah disepakati bersama oleh kedua Prodii dan sambil mengingatkan umat Islam sudah seharusnya maju berlari kencang menguasai Politik tidak hanya ahli secara teoritis-historis tetapi juga harus tampil menjadi praktisi politik.

Pada dialog itu Ketua Prodi Ilmu Politik Fisipol USU Wardjio Ph.D  mengemukakan Partai Politik Islam sudah seharusnya lebih memahami dan merespon keinginan umat Islam bila calon-calon yang diusung partai-partai Islam ingin memenangkan Pilkada dan sudah seharusnya melakukan pendekatan-pendekatan yang intens terhadap kekuatan civil sociaty atau oraganisasi-organisasi umat Islam yang tumbuh subur ditengah-tengah masyarakat, sementara Prof. Katimin, M.Ag yang juga Dekan FUSI UIN SU menyoroti pentingnya persatuan dalam membangun bangsa ini tanpa harus memaksakan calon masing-masing partai,  dan hampir senada apa yang dikemukakan oleh Wardjio partai-partai Islam sudah seyogianya menyatukan diri sambil mengulas sejarah perjalanan partai-partai Islam yang sebenarnya memiliki kekuatan besar sejak Orde lama hingga saat ini.