Mahasiswa Prodi S1 Pemikiran Politik Islam UIN Sumatera Utara Gelar PkM “Green Civic Politics”, Perkuat Tata Kelola Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana di Desa Pematang Gajing,Gunung Malela, Pematangsiantar

Pematangsiantar, Sumatera Utara — Mahasiswa Program Studi S1 Pemikiran Politik Islam (PPI), Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), UIN Sumatera Utara, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Green Civic Politics: Penguatan Tata Kelola Lingkungan Berbasis Kewargaan melalui Pembentukan Tim Siaga Lingkungan dan Tanggap Bencana” pada 18–27 Juli 2026 di Kecamatan Gunung Malela, Sumatera Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa bersama program studi berupaya mendorong penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kesadaran terhadap potensi bencana, serta membangun kesiapsiagaan berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Mengangkat gagasan Green Civic Politics, kegiatan ini menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai aktor utama dalam tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana. Kesadaran bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu menjadi salah satu landasan penting bagi penguatan kapasitas warga dalam mengenali risiko, membangun koordinasi, dan mengembangkan tindakan kolektif untuk melindungi lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah mendorong pembentukan Tim Siaga Lingkungan dan Tanggap Bencana di tingkat desa. Tim tersebut diharapkan menjadi wadah partisipasi warga dalam meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, membangun koordinasi ketika menghadapi potensi bencana, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan. Pembentukan tim ini juga menjadi langkah awal untuk mendorong tata kelola lingkungan yang lebih partisipatif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Ketua Program Studi S1 Pemikiran Politik Islam, Dr. Aprilinda M. Harahap, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan unsur penting dalam keberhasilan program pengabdian, terutama ketika tujuan yang hendak dicapai berkaitan dengan perubahan perilaku, penguatan kesadaran lingkungan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Apresiasi juga disampaikan oleh Pangulu atau Kepala Desa, Amri Saragih, yang menyambut baik inisiatif mahasiswa, program studi, dan UIN Sumatera Utara dalam melaksanakan kegiatan di wilayahnya. Ia mengapresiasi kolaborasi tersebut karena menjadi pengalaman perdana bagi desa dalam menjalin kegiatan bersama mahasiswa dan perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara masyarakat dan perguruan tinggi dalam menjawab persoalan lingkungan serta kebutuhan pembangunan desa.

Sementara itu, Ketua Panitia PkM mahasiswa, M. Rizki Affandi, menjelaskan bahwa terlaksananya kegiatan ini tidak terlepas dari semangat kebersamaan mahasiswa dan dukungan program studi. Menurutnya, kekompakan antarmahasiswa serta pendampingan dari program studi menjadi faktor penting dalam merealisasikan program yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan PkM ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan konkret di tengah masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan warga, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membangun komunikasi, mendorong partisipasi publik, serta mengembangkan pendekatan kolaboratif terhadap persoalan lingkungan dan kebencanaan.

Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Kegiatan Green Civic Politics memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pertama, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya target 11.5 yang menekankan pengurangan dampak bencana terhadap masyarakat. Upaya membangun kesiapsiagaan warga dan mendorong pembentukan Tim Siaga Lingkungan dan Tanggap Bencana merupakan langkah yang relevan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana.

Kedua, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, terutama target 13.1 mengenai penguatan ketahanan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya terkait iklim serta bencana alam. Melalui peningkatan kesadaran lingkungan dan penguatan koordinasi masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung tumbuhnya budaya kesiapsiagaan dan tindakan kolektif dalam menghadapi risiko kebencanaan.

Ketiga, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya target 17.17 yang mendorong kemitraan efektif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Kolaborasi antara mahasiswa, program studi, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga menjadi contoh pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Keterkaitan dengan SDGs tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program dalam jangka pendek, tetapi juga berupaya membangun fondasi partisipasi dan kolaborasi yang dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.

Mendorong Keberlanjutan Gerakan Lingkungan Berbasis Kewargaan

Program Studi S1 Pemikiran Politik Islam berharap pengetahuan, gagasan, dan pengalaman yang dibagikan selama kegiatan PkM dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Gunung Malela. Ke depan, keberlanjutan program diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya kegiatan mahasiswa, tetapi dapat diwujudkan melalui penguatan peran Tim Siaga Lingkungan dan Tanggap Bencana, peningkatan koordinasi dengan pemerintah desa, serta keterlibatan aktif warga dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi risiko bencana.

Melalui Green Civic Politics, Prodi S1 Pemikiran Politik Islam UIN Sumatera Utara menegaskan bahwa pendidikan politik tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan dan proses pengambilan keputusan, tetapi juga menyangkut kesadaran kewargaan, tanggung jawab sosial, dan kemampuan masyarakat untuk bekerja bersama dalam menghadapi persoalan publik.

Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya gerakan tata kelola lingkungan berbasis kewargaan yang lebih partisipatif, tangguh, dan berkelanjutan di Gunung Malela.